Kapal Rusia Terbalik

Diposting oleh Unknown on Selasa, 29 Januari 2013

Kapal Rusia Terbalik

 
Sindonews.comKapal penangkap ikan Rusia Chance-101 yang mengangkut 11 Warga Negara Indonesia (WNI) dan 19 warga Rusia terbalik di perairan Laut Jepang. Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu) kemarin menegaskan empat WNI selamat, sedangkan sisanya masih hilang.

Menanggapi hal itu, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menuturkan bahwa hingga saat ini pemerintah terus berupaya untuk memastikan nasib para Anak Buah Kapal (ABK) yang masih hilang.

"Tentunya kita pemerintah melalui perwakilan di Rusia terus bekerja untuk bisa memastikan nasib dari saudara-saudara kita ABK yang terkena musibah kemarin," ujar Marty di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2013).

Maka dari itu, kata Marty, hingga saat ini masih dilakukan penghimpunan data terkait kecelakaan tersebut. Pemerintah terus bekerja keras untuk mencari tahu keenam nasib WNI tersebut.

"Saat ini data masih dihimpun, utamanya memastikan beberapa saudara-saudara kita yang belum dapat dipastikan keberadaannya,"pungkasnya.

Seperti diketahui, Kapal penangkap ikan Rusia Chance-101 yang mengangkut 11 WNI dan 19 warga Rusia terbalik di perairan Laut Jepang. Kementerian Luar Negeri Indonesia (Kemlu) kemarin menegaskan empat WNI selamat, sedangkan sisanya masih hilang.

Kapal penangkap ikan itu, dilaporkan kantor berita ITARTass, tenggelam setelah dihantam dua gelombang besar di sebelah timur Svetlaya Village, kawasan Primorye, Rusia.Perwakilan perusahaan kapal, mengungkapkan setelah diterjang gelombang, kapal langsung berubah haluan. ”10 menit kemudian,ABK diperintah untuk menyelamatkan diri dengan sekoci.”

Kantor Penuntut Transportasi Wilayah Primorye menyatakan, hingga kemarin petang waktu setempat enam orang ditemukan tewas dan 15 orang lainnya berhasil diselamatkan, termasuk empat WNI yang berprofesi sebagai anak buah kapal (ABK) itu. ”Hingga saat ini 21 awak ditemukan (15 selamat dan 6 tewas), sementara sembilan awak masih hilang,” demikian keterangan Kantor Penuntut Transportasi Primorye, dilansir RIA Novosti.

Direktur Perlindungan WNI Kemlu Tatang Razak membenarkan empat warga Indonesia berhasil selamat dari insiden tersebut. ”Empat WNI yang selamat itu kini dirawat di rumah sakit di Kholms, Shakalin, Rusia,” kata Tatang Razak kemarin. Kemlu belum menerima informasi terkait tujuh WNI lainnya.

Menurut Tatang,Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Moskow terus berkoordinasi dengan otoritas Shakalin, Perwakilan Kemlu di Shakalin, dan berbagai badan penyelamat. ”Pejabat KBRI bakal segera ke lokasi.Penerbangan paling cepat ke sana sore ini (kemarin sore) dan besok pagi (hari ini) dari Vladivostok,”kata Tatang.

Kemlu dan KBRI Moskow terus mengikuti perkembangan upaya penyelamatan para ABK WNI tersebut. Sementara itu, Direktur Informasi dan Media Kemlu P.L.E. Priatna menambahkan, pesan dari Dubes RI di Moskow Djauhari Oratmangun menyatakan bahwa jarak Moskow ke tempat kejadian, Shakalin, adalah 10 jam terbang dan hanya ada satu penerbangan.

”Staf KBRI Moskow juga telah dikirim agar melihat langsung empat WNI di rumah sakit,” tutur Priatna. Sementara menurut Juru Bicara Badan Penyidik Transportasi Regional Natalya Salkina, korban meninggal berjumlah delapan orang.Mereka kehilangan nyawa setelah membeku di dalam sekoci.”18 orang di sekoci dan delapan orang meninggal karena hypothermia. Jenazah yang meninggal dibuang untuk mengurangi berat sekoci,” kata Salkina, dikutip AFP.

Korban selamat yang berjumlah 10 orang dalam satu sekoci berhasil didaratkan kapal kargo Rusia di Pulau Shakalin. Sementara lima korban lain berhasil diselamatkan kapal pukat ikan.Lima korban itu dikirim ke daratan utama Rusia.

Kementerian Darurat Rusia menjelaskan, pencarian tujuh ABK lain masih terus dilanjutkan. Upaya pencarian dilakukan dengan menggunakan pesawat amfibi Beriev Be-200 dan helikopter Mi-8. 

Ref: Sindonews.com

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar